(09).jpg)
Hai,
Kenalin, gw Nisa.
Ini nih, postingan pertama blog gw.
Kenalin, gw Nisa.
Ini nih, postingan pertama blog gw.
Hari ini gw memutuskan buat bikin akun blog. Pembuatan akun blog ini bukan tanpa tujuan, Sodara-sodara. Belakangan ini gw merasakan ada fenomena citizen journalism (CJ) yang makin menggila di kalangan masyarakat kita. Para pelaku CJ pun terdiri dari cakupan demografi yng makin meluas. Wartawan media cetak dan elektornik rajin nulis berita di akun blog. Para pakar ngejelasin teori mereka di akun blog. Bapak Guru punya akun blog. bahkan Ibu rumah tangga pun punya akun blog.
Kenapa ya? Konon, blog adalah diary elektronik. Dulu, yang hobi nulis di diary takut setengah mati kalo tulisannya sampe dibaca orang lain. Akhirnya mereka nulis di buku diary yang ada gemboknya. Abis itu disimpen di balik lemari, takut nyokap ikutan baca.
Hihi, ada-ada aja. Apalagi kalo dibandingin sama kondisi sekarang. Orang yang terkena demam pergaulan dunia maya juga ngerasa bahwa bakalan lebih seru aja kalo kehidupan pribadi mereka diketahui orang lain-orang banyak, a.k.a. narsistik. Nggak percaya? Liat aja tuh Friendster. Nah, sekarang percaya, kan?
Tapi lepas dari itu semua, lepas dari kebutuhan manusia untuk berbagi, blog sekarang banyak juga dipake buat melaporkan peristiwa atau isu yang berkembang di masyarakat dan mengekspresikan opini sang penulis blog tentang peristiwa tersebut.
Dari sana bisa diliat juga, perkembangan blog adalah mengarah pada penyediaan fasilitas masyarakat untuk berperan sebagai reporter mandiri, alias CJ tadi.
Jurnalisme diliat dari sudut keilmuan punya aturan-aturan tersendiri. Aturan-aturan tersebut bukan bertujuan untuk memberatkan dan membatasi reporter atau jurnalis, seperti kebijakan pemerintah Orde Baru tentang keterbukaan informasi dulu. Tapi justru supaya pelaku jurnalisme nantinya nggak usah repot-repot berurusan dengan delik hukum kalo ada pihak yang merasa dirugikan atas berita yang disusun jurnalis.
Kebayang dong, kalo ada potensi munculnya delik hukum sebagai dampak pemberitaan, berarti pemberitaan itu nggak boleh disusun secara sembarangan. Makanya, bagi pelaku jurnalisme resmi yang berada di bawah perusahaan media, memahami dan memraktikkan Kode Etik Jurnalistik itu wajib hukumnya. Kalo enggak, ya dosa. ^o^
Tapi, seiring dengan berjalannya era kebebasan informasi, keinginan untuk berlaku sebagai reporter makin berkembang di kalangan masyarakat non-reporter. Jadilah masyarakat ekspresif itu mencari media independen yang bisa mempublikasikan tulisan opini mereka tentang berbagai peristiwa yang sedang berkembang. Salah satu medianya ya itu tadi, blog.
Masyarakat non-reporter ini kan belum tentu tahu dan paham banget tentang isi Kode Etik Jurnalistik, jadi tulisan mereka di blog nggak jarang menyinggung perasaan pihak tertentu yang masuk ke pemberitaan. Bedanya sama pemberitaan di media resmi, pemberitaan di blog nggak ada yang nyensor dan ngedit. Pun sampe sekarang belom ada undang-undang yang mengatur tentang pemberitaan di media on-line. Jadi, mumpung masih bisa bebas nulis dan berekspresi di dunia maya, gw juga pengen dong ikutan euforia nulis di blog. Sekalian belajar nulis dan belajar tentang internet lebih jauh.
Jadi, kalo baca blog gw n nggak suka sama isinya, feel free 2 plug your comment. Kita sama-sama berbagi aja. Opini apapun harus diterima dan harus nerima, namanya juga dunia maya gitu loh. BEBASSSSS...
Kenapa ya? Konon, blog adalah diary elektronik. Dulu, yang hobi nulis di diary takut setengah mati kalo tulisannya sampe dibaca orang lain. Akhirnya mereka nulis di buku diary yang ada gemboknya. Abis itu disimpen di balik lemari, takut nyokap ikutan baca.
Hihi, ada-ada aja. Apalagi kalo dibandingin sama kondisi sekarang. Orang yang terkena demam pergaulan dunia maya juga ngerasa bahwa bakalan lebih seru aja kalo kehidupan pribadi mereka diketahui orang lain-orang banyak, a.k.a. narsistik. Nggak percaya? Liat aja tuh Friendster. Nah, sekarang percaya, kan?
Tapi lepas dari itu semua, lepas dari kebutuhan manusia untuk berbagi, blog sekarang banyak juga dipake buat melaporkan peristiwa atau isu yang berkembang di masyarakat dan mengekspresikan opini sang penulis blog tentang peristiwa tersebut.
Dari sana bisa diliat juga, perkembangan blog adalah mengarah pada penyediaan fasilitas masyarakat untuk berperan sebagai reporter mandiri, alias CJ tadi.
Jurnalisme diliat dari sudut keilmuan punya aturan-aturan tersendiri. Aturan-aturan tersebut bukan bertujuan untuk memberatkan dan membatasi reporter atau jurnalis, seperti kebijakan pemerintah Orde Baru tentang keterbukaan informasi dulu. Tapi justru supaya pelaku jurnalisme nantinya nggak usah repot-repot berurusan dengan delik hukum kalo ada pihak yang merasa dirugikan atas berita yang disusun jurnalis.
Kebayang dong, kalo ada potensi munculnya delik hukum sebagai dampak pemberitaan, berarti pemberitaan itu nggak boleh disusun secara sembarangan. Makanya, bagi pelaku jurnalisme resmi yang berada di bawah perusahaan media, memahami dan memraktikkan Kode Etik Jurnalistik itu wajib hukumnya. Kalo enggak, ya dosa. ^o^
Tapi, seiring dengan berjalannya era kebebasan informasi, keinginan untuk berlaku sebagai reporter makin berkembang di kalangan masyarakat non-reporter. Jadilah masyarakat ekspresif itu mencari media independen yang bisa mempublikasikan tulisan opini mereka tentang berbagai peristiwa yang sedang berkembang. Salah satu medianya ya itu tadi, blog.
Masyarakat non-reporter ini kan belum tentu tahu dan paham banget tentang isi Kode Etik Jurnalistik, jadi tulisan mereka di blog nggak jarang menyinggung perasaan pihak tertentu yang masuk ke pemberitaan. Bedanya sama pemberitaan di media resmi, pemberitaan di blog nggak ada yang nyensor dan ngedit. Pun sampe sekarang belom ada undang-undang yang mengatur tentang pemberitaan di media on-line. Jadi, mumpung masih bisa bebas nulis dan berekspresi di dunia maya, gw juga pengen dong ikutan euforia nulis di blog. Sekalian belajar nulis dan belajar tentang internet lebih jauh.
Jadi, kalo baca blog gw n nggak suka sama isinya, feel free 2 plug your comment. Kita sama-sama berbagi aja. Opini apapun harus diterima dan harus nerima, namanya juga dunia maya gitu loh. BEBASSSSS...
One more thing, Temen-temen: Semangatin & doain gw ya, biar bisa posting terus.
Cihuiii...
See You Soon!
Cihuiii...
See You Soon!
.jpg)